PENANGANAN LIMBAH MASKER MASA TRANSISI PANDEMI KE ENDEMI COVID-19 DI INDONESIA: ANALISIS KEBIJAKAN

Categorie(s):
   TESIS
Author(s):
   Amelia Mardiana, Brian Sri Prahastuti, Kusharisupeni
Tahun:
   2023
Kode:
 13101
NIM Mahasiswa:
 1076211009
Nama Mahasiswa:
 Amelia Mardiana
Nama Penulis:
 Amelia Mardiana
Item Type:
 Karya iImiah Mahasiswa (Tesis, KIAN, Skripsi, KTI, laporan PKL)
Advisor:
Prof.Dr.dr Kusharisupeni, M.Sc,Dr. dr BRIAN SRI PRAHASTUTI, MPH
Keyword(s):
Amelia Mardiana, Brian Sri Prahastuti, Kusharisupeni
Abstract :
Latar belakang: Pandemi Covid-19 berakibat pada peningkatan jumlah limbah hingga 6x lebih banyak, yaitu dari 40 ton menjadi 240 ton per hari. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk memakai masker dalam aktivitas sehari-hari. Selain memberikan dampak lingkungan, limbah masker yang tidak dikelola dengan benar berpotensi menjadi sumber penularan penyakit dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Provinsi DKI sebagai episentrum Covid-19 pada masa pandemi, mendadak mobilisasi orang kembali seperti sebelum pandemi ketika Pemerintah mengumumkan Indonesia transisi menuju endemi. Akibatnya, ditemukan fenomena sosial perilaku masyarakat membuang masker medis sembarang.Tujuan: Memberikan pilihan kebijakan penanganan limbah masker dalam situasi transisi pandemi menuju endemi Covid-19 di Indonesia.Metode: Penelitian ini merupakan analis kebijakan dengan pendekatan utama studi kualitatif yang didahului dengan studi kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-September 2023. Populasi pada studi kuantitatif yaitu peserta webinar/diskusi publik dengan subjek penelitian adalah peserta yang berdomisili di DKI Jakarta. Sedangkan studi kualitatif dilakukan dengan metode diskusi publik dan decision consensus meeting (DCM). Informan dalam studi kualitatif diambil secara purposif yang mewakili pakar hukum, kebijakan kesehatan, praktisi dan rekanan pengelola limbah medis. Pengambilan data dilakukan dengan self-filling kuesioner, telaah dokumen, diskusi terpumpun dan observasi. Analisis studi kuantitatif adalah univariat deskriptif, sedangkan analisis isi (content analysis) dilakukan untuk studi kualitatif dimana validasi data digunakan teknik triangulasi.Hasil: 126 peserta webinar/diskusi publik memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebagai responden. Sebagian besar responden (81.75%) berusia 26-35 tahun, latar belakang pendidikan diploma (55,56%) dan bekerja sebagai karyawan (53,17%). Sebagian besar responden (61.6%) berperilaku baik dalam mengelola limbah masker dan 67% mendukung regulasi yang sudah ada. Telaah dokumen kebijakan menemukan bahwa Pemerintah Indonesia memiliki aturan normatif terkait pengelolaan limbah medis atau limbah berbahaya (B3) tetapi belum mengatur limbah masker medis oleh masyarakat di rumah tangga. Diskusi publik dan decision consensus meeting (DCM) menemukan bahwa regulasi yang ada tidak mudah diimplementasikan karena birokrasi yang panjang, tumpang tindih peraturan dari beberapa kementerian teknis, multitafsir pasal pada Undang-Undang karena tidak semua ada penjelasannya, serta tidak ada sanksi yang tegas. Hal-hal tersebut menyebabkan kepatuhan terhadap regulasi ini menjadi rendah.Rekomendasi: Dua pilihan bentuk kebijakan yang direkomendasikan adalah: 1) Judicial review UU No 32 Tahun 2009 dengan memasukan jenis limbah masker medis sebagai limbah berbahaya, menambahkan masyarakat sebagai subyek regulasi serta keterlibatan swasta; 2) Peraturan Daerah pengelolaan limbah masker yang berkelanjutan.